Mahasiswi Bioteknologi FITH UTS Lolos Sebagai Finalis Lomba Essay Nasional NEIRA 2 di Malang

Sumbawa, Oktober 2025 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Universitas Teknologi Sumbawa (FITH UTS). Khairinnisa Salsabila, mahasiswi Program Studi Bioteknologi angkatan 2022, berhasil lolos sebagai finalis Lomba Essay NEIRA 2 (National Empowerment, Innovation, Research, and Art) yang diselenggarakan oleh STMIK PPKIA Pradnya Paramita (STIMATA) Malang bekerja sama dengan Sentosa Foundation.

Kompetisi bergengsi tingkat nasional ini berlangsung selama Oktober hingga November 2025, dengan babak final presentasi karya yang akan digelar secara langsung di Kota Malang pada 14–16 November 2025. Ajang NEIRA 2 menjadi wadah bagi mahasiswa seluruh Indonesia untuk menyalurkan ide dan inovasi kreatif di bidang riset, pemberdayaan, dan seni.

Dalam lomba ini, Khairinnisa bersama timnya mengusung karya berjudul
“Sumbawa Lozenges: Inovasi Permen Hisap Herbal dari Ekstrak Daun Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis L.) dan Madu Khas Sumbawa sebagai Solusi Praktis Anti Radang Tenggorokan.”
Karya ini berfokus pada pemanfaatan potensi hayati lokal Sumbawa, dengan menggabungkan kekayaan bahan alami daerah seperti daun pecut kuda dan madu Sumbawa menjadi produk herbal modern yang aplikatif dan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

Tim lintas universitas ini beranggotakan:
1. Khairinnisa Salsabila – Universitas Teknologi Sumbawa (UTS)
2. Nabila Al Idrus – Universitas Padjadjaran
3. Najmatul Rahmi Widadi – Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO)
4. Yayat Jatnika – Universitas Halu Oleo

Setelah melalui proses seleksi administrasi dan penilaian karya oleh dewan juri, tim dinyatakan lolos tahap seleksi naskah essay dan berhak melanjutkan ke babak final presentasi di Malang.

Khairinnisa menyampaikan bahwa motivasi mengikuti lomba ini adalah untuk menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal Sumbawa melalui karya ilmiah yang solutif dan aplikatif.

“Melalui Sumbawa Lozenges, kami ingin menunjukkan bahwa bahan-bahan alami seperti daun pecut kuda dan madu Sumbawa memiliki nilai ilmiah dan ekonomi tinggi jika diolah dengan pendekatan bioteknologi modern,” ujar Salsa, sapaan akrab Khairinnisa.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Program Studi Bioteknologi FITH UTS, Adelia Elviantari, M.Si., yang mengapresiasi semangat mahasiswa dalam berkompetisi dan berinovasi.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung segala bentuk kegiatan positif yang diikuti oleh mahasiswa, termasuk dalam berpartisipasi dalam berbagai jenis kompetisi, baik skala lokal, regional, nasional, hingga internasional. Salsa merupakan mahasiswa yang sangat aktif mengikuti berbagai kompetisi sejak menjadi mahasiswa baru di Prodi Bioteknologi UTS. Keberhasilannya terpilih sebagai finalis Lomba Essay Nasional NEIRA 2 di Malang tak lepas dari kerja keras dan semangat yang terus dipupuk. Harapan saya, semoga Salsa dan tim berhasil menjadi yang terbaik dalam grand final lomba Essay Nasional NEIRA 2,” ungkapnya.

Partisipasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FITH UTS terus berupaya menumbuhkan budaya riset dan inovasi yang berakar pada potensi daerah, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan visi UTS sebagai universitas berdaya saing global dengan kekuatan lokal.